Pilih Halaman

dirgahayu RI 2019

Tahun 2019 Indonesia Diharap Mampu Menanggulangi Bencana Alam

Tahun 2019 Indonesia Diharap Mampu Menanggulangi Bencana Alam

Jakarta, Inspirasisulawesi.com- Dalam keterangan persnya yang diterima hari ini Rabu, (2/01/2019) di Jakarta, Prof. Dr. Manlian Ronald A. Simanjuntak ST., MT., D.min menjelaskan.

Kita masih berduka pasca bencana Tsunami di Banten – Lampung bulan Desember 2018 yang lalu. Kitapun masih mencermati kejadian risiko pasca ambruknya jalan raya Gubeng Surabaya. Bencana Gempa & Tsunami di Palu Donggala dan Lombok juga menjadi pelajaran mahal bagi bangsa Indonesia.

Menyongsong akhir tahun 2018, bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Sampai kajian ini dituliskan, beberapa data dihimpun dari berbagai sumber: PMI, BPBD, BNPB, dan Pemda setempat.
Pada tanggal 31 Desember 2018, hujan deras mengguyur Desa Sirnaresmi yang menyebabkan aliran permukaan di areal hutan dan persawahan hingga jenuh air. Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya yaitu di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada 31 Desembrr 2018 jam 17.00 wib.

Hingga saat ini, rekan-rekan PMI Kab. Sukabumi masih terus bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat untuk terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.
Hingga saat ini tercatat lebih dari 30 rumah dan sedikitnya 107 jiwa (1 Januari 2019) terdampak akibat bencana longsor.

Dalam beberapa kajian kritis yang saya sampaikan beberapa waktu lalu sejak kejadian risiko kegagalan konstruksi, serta mencermati bencana yang terjadi secara berulang-ulang di tahun 2018-awal tahun 2019, saya sangat merekomendasikan untuk mendesak Pemerintah bersama Rakyat Indonesia mulai di awal tahun 2019 ini dapat menetapkan “Risk & Disaster Campaign” secara nasional. Kita sadar benar ternyata tahun 2019 bukan sekedar tahun “Pesta Demokrasi”, namun yang terpenting tahun 2019 menjadi awal Indonesia untuk lebih maju. Risk & Disaster Campaign merupakan Peringatan Nasional Terhadap “Kampanye Risiko & Bencana Nasional”. Sang Pencipta mengijinkan “Indonesia tidak berpesta”, tetapi justru “Indonesia harus merenungkan & refleksi diri” untuk menjalani tahun 2019 yang baru. Dimungkinkan hal ini berdampak kepada Pemerintah yang akan dihasilkan dalam Demokrasi tahun 2019 ini.

Sehubungan dengan “Risk & Disaster Campaign”, dicermati dan dipersiapkan untuk menuntaskan beberapa hal penting :

(1). Indonesia belum memiliki Dokumentasi Peta Risiko & Mitigasi Bencana Nasional secara terintegrasi.

(2). Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia, perlu lebih fokus menghadapi Risiko & Bencana Nasional sebagai Unit yang Andal di Kementerian Kabinet Indonesia saat ini dan mendatang.

(3). Pra Bencana adalah hal terpenting dari 3 Proses Antisipasi Bencana: Pra Bencana, Saat Bencana, Pasca Bencana. Secara khusus mengantisipasi hal Pra Bencana, Pemerintah harus lebih tegas menetapkan dan mengevakuasi masyarakat di area radius rawan bencana. Pemda bersama Pemerintah Pusat perlu mempersiapkan program yang jelas ketika masyarakat meninggalkan tanah dan rumahnya. Siapa yang akan beli dan ambil alih tanah masyarakat? Bagaimana mekanismenya? Akan diapakan tanah/area yang dalam radius rawan bencana tersebut? Akan memjadi fasilitas umum/fasilitas sosial atau menjadi area terisolir?

(4). Pemda wajib mendokumentasi data kondisi alam (tanah, air, udara) dan diupdate setiap waktu. Antar Pemda juga perlu mengkoordinasikan data kondisi alam ini. Pemerintah Pusat mengevaluasi dan cek benar data kondisi alam di daerah dan antar daerah secara berkala sebagai langkah nyata antisipasi dini bencana.

(5). Mengacu kepada data kondisi alam di atas, menjadi dasar Pemda dan Pemerintah Pusat menetapkan Tata Ruang (daerah dan nasional).

(6). Sesungguhnya bencana “tidak dapat dicegah”. Bukan alat yang mampu menyelamatkan manusia terhadap bencana. Bukan teknologi yang mampu menyelamatkan manusia dari bencana. Ini menunjukkan “Human System” yang harus mengantisipasi hal ini. Artinya manusia sendiri yang harus menyadari dan mengerti hal pencegahan risiko dan mitigasi bencana.

Risiko dan Bencana di Indonesia bukan hambatan, tetapi justru peluang Peradaban Baru Manusia Indonesia yang Tanggap Bencana.
Kita kerjakan bersama Risk & Disaster Campaign.
Tahun 2019 adalah Tahun Indonesia Maju bukan sekedar Bangkit, dan Mampu Merespon serta Menanggulangi Bencana.

Selamat Menjalani Tahun Baru 2019
Salam…

*Guru Besar Universitas Pelita Harapan, Jakarta

Tentang Penulis

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Tinggalkan Balasan