Select Page

Olahan Limbah Kulit Pisang Jadi Inovasi Mahasiswa FT UNM

Olahan Limbah Kulit Pisang Jadi Inovasi Mahasiswa FT UNM

Makassar, Inspirasisulawesi.com – Kota Makassar, merupakan kota yang terkenal memiliki beragam jajanan olahan pisang terbanyak dari kota lainnya. Produk olahan pisang yang cukup terkenal di kota Makassar adalah pisang ijo, pisang epe, pallu butung, barongko, sanggara balanda, pisang peppe, dan lain sebagainya, Selasa (18/06/2019).

Kulit pisang merupakan limbah pertanian yang cukup banyak ditemukan di kota Makassar. Sebagian besar orang atau industri produk olahan pisang, membuang kulit pisang begitu saja.

Biasanya, kulit pisang juga hanya dimanfaatkan sebagai makanan hewan ternak. Kulit pisang sangat mudah didapatkan, karena tumbuh di musim apapun. Berbeda dengan buah-buahan lain yang mempunyai musim tertentu.

Meningkatnya produksi olahan pisang ini dapat meningkatkan jumlah kulit pisang yang terbuang, sehingga jumlah sampah yang ada di kota Makassar semakin tinggi.

Sehubungan dengan uraian berikut, Devi Noviyanti sebagai Ketua dan Dua Anggotanya yakni Nurhikmah dan Muh Agus, menuturkan, kami mencoba untuk mengurangi limbah kulit pisang, dengan cara memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan baku utama dalam produk makanan, dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Oleh karna itu, kami akan melaksanakan pelatihan pengolahan “Kerupuk Pa’KuPas” (Pangsit kulit pisang) pada masyarakat panti asuhan Setia Karya yang terdapat di Jalan Mannuruki Raya No. 29A RT 005 RW 002 Kelurahan Mannuruki Kecamatan Tamalate kota Makassar, Sulawesi Selatan, guna memberi bekal keterampilan sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja baik usaha mandiri maupun membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ungkapnya.

Sebagai rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi, Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar membuat inovasi baru dengan mengolah limbah kulit Pisang menjadi kerupuk Pa’KuPas (Pangsit Kulit Pisang). Dimana Devi Novi Yanti B (Pendidikan Teknologi Pertanian) sebagai Ketua dan Anggotanya yaitu Nurhikmah (Pendidikan Teknologi Pertanian) dan Muh Agus (Pendidikan Teknik Mesin), dibawah bimbingan Dr. Ir. Muhammad Wiharto, M.Si.

Dengan adanya pelatihan ini, ibu pembimbing Panti Asuhan Setia Karya mengatakan bahwa, “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan dan juga mengajarkan cara meminimalisir limbah kulit pisang yang ada dimasyarakat dan menjadi peluang usaha,” pungkasnya. (*/IS)

About The Author

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Leave a reply