Select Page

Enam Mahasiswa Unismuh Pamerkan Keahlian Pada Seni Rupa “Anomali”

Enam Mahasiswa Unismuh Pamerkan Keahlian Pada Seni Rupa “Anomali”

Makassar, Inspirasisulawesi.com – Enam mahasiswa Seni Rupa, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyelenggarakan Pameran Seni Rupa, mengangkat tema “Anomali”. Pameran diselenggarakan selama empat hari, 29 April – 02 Mei 2019 di Galeri Seni Rupa anjungan Pantai Losari, Makassar Sulawesi Selatan.

Sebanyak 45 karya ditampilkan, terdiri dari karya studi khusus ilustrasi, kriya, grafis dan seni lukis. Pameran anomali ini turut didukung Dinas Pendidikan kota Makassar, seniman kota Makassar serta komunitas kreatif se kota Makassar.

Pada perhelatan pameran ini, mencoba menunjukan wacana simbolik yang berisi tentang narasi dan praktik sosial, mulai dari media informasi, dunia jurnalis, pendidikan dan ekonomi yang telah dimapankan lewat kondisi mayoritas.

Misalnya Seorang perupa dalam pameran, Agussalim Paradeden menampilkan karya-karya kartun dengan ciri khas dunia mahasiswa, dari sekian hal yang deden jumpai di kampus, ia lebih tertarik dengan kondisi mahasiswa tingkat akhir yang selalu diliputi kegelisahan dan kecemasan.

Misalnya juga, salah satu karya berjudul “dilarang bertanya”, merupakan realitas yang terjadi saat banyak mahasiswa mengalami depresi ketika di Tanya kapan skripsi, wisuda, kerja dan lebih parahnya lagi saat ditanya kapan menikah.

Sisi lain, perupa bernama Muhammad Isbar, mengangkat karya grafis dengan tema Kritik Pers, Isbar menunjukan ikhwal anomali dalam dunia pers dan berusaha menunjukan sisi lain dari pers yang dikendalikan oleh capital. Kemudian Risaldi dengan mengambil study khusus seni lukis, mencoba mensinergikan antara struktur gambar dengan nilai fungsional media gitar yang tujuannya adalah memberikan warna baru pada setiap sisi keindahan dari seni rupa.

Kemudian perupa bernama Syahruddin, lewat karya kriya logam mencoba mengangkat keatas permukaan dari keindahan teks Alquran lewat teknik kaligrafi logamnya. Muhammadin Afrillh pun menunjukan hal yang sama, hanya saja media yang digukanan afrillah dengan kertas tapi dalam karya tersebut menunjukan bahwa alquran sangat dekat dengan kehidupan social manusia.

Terakhir karya dari Sonny Syaputra, mengambil study khusus grafis. Karena ketertarikan Sonny dengan dunia hewan langka maka ia mencoba mengingatkan kepada apresiator untuk tetap menjaga habitat alam dari hewan –hewan langka.

Dr. Muh Faisal MRA, Selaku kurator dalam pameran ini berharap, kedepannya dunia seni rupa kembali menjadi ruang manusia menemukan dirinya melalui penghayatan atas peristiwa social, budaya, ekonomi, politik yang menghampiri dan disublimasikan pada produktifitas anak bangsa. (*/AR)

About The Author

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Leave a reply