Pilih Halaman

dirgahayu RI 2019

Askar Bawakan Materi Agama dan Pancasila di Ponpes An Nahdah

Askar Bawakan Materi Agama dan Pancasila di Ponpes An Nahdah

Makassar, Inspirasisulawesi.com – Bertempat di Kompleks Perguruan Pesantren An Nahdah bilangan Jalan Tinumbu, ratusan santri terdiri dari laki laki dan perempuan mengikuti pembekalan calon santri tingkat SMA atau Madrasah Aliyah di kompleks Ponpes An Nahdah, Kamis (11/07/2019).

Dalam keterangan Pers yang di sampaikan Ust. Musyawwir, bahwa pembekalan santri adalah upaya memberi ilmu dan wawasan umum kepada para calon Santri agar kelak setelah masuk di pondok sudah memiliki wawasan dan pengetahuan kepancasilaan, kepemipinan, keorganisasian dan wawasaan kebangsaan lainnya.

“Dengan harapan, bahwa kelak mereka mengerti bagaimana situasi bangsa dan negara kita saat ini, bagaimana realitas sosial, politik dan kebangsaan kita, mereka harus melek kenyataan dari apa yang dialami oleh bangsa ini,” jelasnya.

Sementara di acara pembekalan hari ke -4 hadir Muhammad Askar, SKM selaku pegiat sosial dan sekaligus aktivis kepemudaan Sulawesi Selatan. Dia didaulat membawakan materi tentang Agama dan Pancasila.

Dalam pemaparannya, Askar menegaskan, bahwa Agama itu berfungsi untuk menyatukan dan mendamaikan ummat manusia sebagaimana asal katanya. Artinya, tidak ada agama artinya kacau, jadi agama adalah tidak kacau makanya agama mengatur mekanisme dan tatacara bagaimana hubungan manusia kepada Sang Khalik Tuhan yang Maha Kuasa , Manusia dengan Manusia dan Manusia dengan Alam.

Agama hadir untuk mendorong harmonisasi seluruh perangkat alam, agar dapat hidup teratur dan seimbang, walaupun demikian kenyataan menunjukkan banyaknya kerusakan alam akibat tangan-tangan manusia untuk pengetahuan dan pemahaman bagaimana ber Agama yang baik sangat di perlukan oleh generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

Sementara Pancasila, kata Askar, adalah dasar negara dia bersifat idiologi dan menjadi falsafah bangsa sila Pancasila dan butir-butir Pancasila adalah rambu-rambu dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Untuk itu, diharapkan kepada seluruh elemen bangsa agar bisa memahami idiologi Pancasila dengan baik karena dengan Pancasila lah potensi perpecahan dan disintegrasi bangsa dapat ditekan dan dikendalikan dan itu kembali kepada kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa ini,” pungkas Askar. (*/IS)

Tentang Penulis

Fajri

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Tinggalkan Balasan