Select Page

Advertisement

Tingkatkan Kompetensi, Pemprov DKI Siapkan 93.000 Guru Dilatih Oleh IGI

Tingkatkan Kompetensi, Pemprov DKI Siapkan 93.000 Guru Dilatih Oleh IGI

Jakarta, Inspirasisulawesi.com – Bertempat di Ruang Rapat Gedung 07 Lantai 2 P2KPTK2 Jakarta Pusat, di Jalan Budi Utomo, Muhammad Ramli Rahim selaku Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), memaparkan rencana IGI melatih 93.000 guru DKI dalam 50-an Minggu di hadapan pimpinan P2KPTK2 dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Ketum IGI di dampingi Ketua Bidang Organisasi PP IGI, Sekertaris Wilayah IGI Jakarta, Ketua IGI Jakarta Pusat, Ketua IGI Jakarta Barat, Ketua IGI Jakarta Selatan, Ketua IGI Jakarta Utara dan Ketua IGI Jakarta Timur. Sementara Ketua IGI Kepulauan Seribu, berhalangan hadir karena ombak tinggi yang belum mengijinkan.

Pertemuan ini merupakan pertemuan keempat bersama Disdik DKI menindaklanjuti pertemuan Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim dan Gubernur DKI Anies Baswedan tanggal 5 November 2018 di Balaikota. Saat itu, Gubernur Anies didampingi Tim Disdik DKI dan Anggota TGUPP DKI Jakarta.

Meskipun Gubernur Anies sudah memberikan instruksi yang jelas dan terang agar menindaklanjuti apa yang IGI ingin lakukan untuk DKI, tetapi ternyata implementasinya di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. IGI datang dan masuk ke DKI untuk meningkatkan kompetensi guru terutama dalam aspek paedagogis yang selama ini tak banyak yang mengerjakannya.

“Tentu saja harapannya adalah, setelah tuntas diklat, ruang-ruang kelas di DKI menjadi lebih nyaman dan berkualitas, membuat siswa bersemangat ke sekolah dan enggan meninggalkan sekolah,” ucap Ramli Rahim.

Lanjutnya, Diklat di DKI yang sangat Rutin pada 5 P2KPTK2 membuat para pimpinan P2KPTK2 pun bertanya-tanya, untuk apa IGI melatih guru DKI, bukankah pelatihan guru di DKI sudah sangat rutin??

“Alhamdulillah, kami bersyukur bertemu dua perempuan hebat dalam diri Sekdisdik DKI, Susie Nurhati dan Kepala P2KPTK2 Jakarta pusat, Ibu Kadarwati. Karena beliau yakin bahwa arahan gubenur tidak mungkin begitu saja dikeluarkan, apalagi saat pertemuan dengan gubernur, mereka berdua hadir maka mereka berdua mendukun proses ini secara penuh,” jelasnya.

“Kami paham dan kami pun menjalani proses birokrasi dengan sabar. Pertemuan kedua antara Ketua Bidang organisasi PP IGI dan Humas berlanjut ke pertemuan ketiga yang menghadirkan lebih banyak pihak, selanjutnya pertemuan ketiga adalah pertemuan dengan Plt Kadisdik DKI yang gagal dan kami kemudian diterima Sekdisdik DKI. Tapi kami bersyukur karena gambaran tentang pelatihan IGI telah membuat para kepala P2KPTK2 penasaran,” ungkap Ketum IGI.

Akhirnya, Bertempat di Ruang Rapat Gedung 07 Lantai 2 P2KPTK2 Jakarta Pusat, Diklat selama 50 minggu lebih ini Insya Allah akan di laksanakan mulai 15 Januari 2019.

Setelah pemaparan, seluruh kepala P2KPTK2 memberikan komentar positif akan apa yang IGI miliki, sesuatu yang berbeda dan sangat kekinian. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang selama ini diberikan kemdikbud atau pun disdik DKI dan dalam hati saya berharap Plt Kadisdik membuka ruang buat IGI agar tak memberikan penolakan dan bersikap konservatif terhadap IGI.

Para Kepala P2KPTK2 bahkan meminta, agar IGI betul-betul maksimal melakukannya di Jakarta. Melatih 93.000 guru tentu saja tidak mudah tetapi juga tidak mustahil, apalagi dilakukan tanpa anggaran pemerintah. Jika setahun IGI bisa melatih 400ribu-500ribu guru, mengapa tidak mencoba 93.000 di satu provinsi. Jika ini sukses berjalan maka, IGI akan melanjutkannya ke provinsi lain di seluruh Indonesia.

Ketum IGI juga menyampaikan bahwa IGI akan menggandeng ACER (Australian Council for Education Researc) untuk menguji, apakah pelatihan yang dibuat IGI berpengaruh terhadap perubahan siswa menjadi lebih baik atau tidak.

Setiap Guru akan disiapkan 5 pelatihan, yaitu Pelatihan Utama berisi Pelatihan Teknis Peningkatan Kecerdasan Finansial Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pelatihan Pertama hingga pelatihan keempat yang terbagi menjadi 4 kelompok yang boleh dipilih oleh guru yaitu kelompok kanal pelatihan persiapan pengajaran, kelompok kanal pelatihan proses pengajaran, kelompok kanal pelatihan evaluasi pengajaran dan Kelompok Kanal Pelatihan berbasis Literasi. (*/AR)

Advertisement

About The Author

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Leave a reply