Select Page

Advertisement

Pemkot Solok Akan Adopsi Sistem Pengelolaan Sampah Makassar

Pemkot Solok Akan Adopsi Sistem Pengelolaan Sampah Makassar

Makassar, Inspirasisulawesi.com – Wakil Wali Kota Solok, Reinier DT Intan Batuah, mengunjungi UPTD Bank Sampah Pusat Kota Makassar, di Jalan Toddopuli, Kamis (11/10/2018).

Kedatangannya, disambut Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup, Iskandar Yusuf dan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Saharuddin Ridwan.

Saat berada di lokasi tersebut, Wakil Wali Kota Solok Reinier DT Intan Batuah mengaku, kagum melihat sistem pengelolaan bank sampah Makassar.

“Ini sangat luar biasa, patut menjadi contoh untuk daerah lain,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga mengunjungi Warung Kopi (Warkop) Bank Sampah di Jalan Anggrek Raya, tak jauh dari lokasi UPTD bank sampah pusat.

Diwarkop tersebut, terdapat puluhan Direktur bank sampah yang mengikuti pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) tentang quality control barang pilihan sampah.

Didepan para direktur bank sampah, Wawali Solok Reinier DT, mengungkpan jika kedatangannya ke tempat ini untuk mempelajari sistem pengelolaan persampahaan di kota Makassar.

“Karena Makassar ini sebagai salah satu kota yang terbaik dalam hal pengelolaan sampahnya. Hal itu terbukti dengan berhasil meraih piala adipura tiga kali berturut turut, dan salah satu faktornya adalah pengelolaan bank sampah,” ujar Reinier DT.

Olehnya itu, dia berharap dengan kunjungan ini pemerintah kota Solok dapat mengadopsi dengan baik sistem pengelolaan persampahan yang baik seperti yang dilakukan di Kota Makassar.

“Saya mau contoh cara pengelolaan sampah yang baik di Makassar, sehingga kedepannya Kota Solok juga bisa meraih piala adipura,” jelasnya.

Sementara itu, Deng Ical sapaan akrab Wawali Makassar menyampaikan, terima kasih atas kedatangan Wakil Wali Kota Solok beserta rombongan di Kota Makassar.

“Karena dengan kedatangan kita semua ini membuat tambah semangat para ibu-ibu Direktur bank sampah, karena apa yang mereka lakukan itu ternyata mendapatkan apresiasi,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini mereka semua bisa bertahan menggeluti bank sampah, itu bukan karena uangnya, tapi karena apresiasinya masyarakat yang begitu besar sehingga membuat mereka bisa bertahan.

“Sebelum apresiasi masyarakat, ada apresiasi dari pemerintah. Kalau dulu itu semua pengelola sampah dianggap bidang yang kotor, jorok dan negatif, tapi sekarang ini sudah memiliki kebanggan karena mereka telah diakui sebagai salah satu elemen yang mampu membuat masyarakat itu dapat piala adipura,” paparnya.

“Setiap kali pemerintah Kota Makassar mendapatkan piala adipura selalu kita sampaikan ke masyarakat, bahwa ini bukan karena Wali Kota atau Wakil Wali Kota dan Direktur lainnya. Tapi ini karena keterlibatan masyarakat yang sudah sampai di unsur terkecil mulai dari bank sampah unit, RT dan RW, sehingga kita bisa memperoleh penghargaan piala adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup,” tegasnya. (*/AR)

Advertisement

About The Author

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Leave a reply