Select Page

Advertisement

Filosofi Untuk NH-Aziz, Buah Yang Manis Sering Menjadi Target

Filosofi Untuk NH-Aziz,  Buah Yang Manis Sering Menjadi Target

Makassar, Inspirasisulawesi.com – Waktu terus berjalan menyisakan 14 hari lagi, warga Sulawesi Selatan akan memandataris secara langsung Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan untuk periode 2018-2023. Bukan di tempat mewah ataukan dalam bilik berlapis emas, tapi dibalik kotak sempit dan sederhana (TPS), itulah warga menentukan siapa gerangan anak Bangsa yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan pemerintahan Sulawesi Selatan.

Sebagaimana hasil Survey CSIS dan terakhir ini dari Index Indonesia, menunjukkan grafik kemenangan NH-Aziz bagaikan gelindingan bola salju yang semakin hari semakin membesar dan sulit terbendung. Seiring hasil survei CSIS dan Index Indonesia yang menempatkan NH-Aziz di posisi tertinggi dibanding kompetitornya, maka semakin kencang pula black campaign yang dilakukan oleh orang yang usil atas keberhasilan NH yang mampu meyakinkan masyarakat Sulsel atas programnya.

Menanggapi hal ini, Arman juru bicara NH-Aziz mengungkapkan, “Mungkin mereka lupa bahwa kita hidup di budaya Timur yang kental dengan sifat Sipakatau, Sipakalebbi. Sehingga serangan black campaign yang dilancarkan oleh orang yang kurang ide itu dengan bermaksud menjatuhkan NH-Aziz justru serangan caci makian itu berubah menjadi vitamin penyemangat bagi warga masyarakat sulsel yang cinta damai dan cinta kebersamaan dalam mendukung NH-Aziz. Warga mampu bedakan mana yang ahli membangun dan mana yang pintar bercerita buruk,” ungkap Arman Mannahawu, Minggu (10/6/2018).

Mendeskripsikan seorang manusia sebagai malaikat, bukan berarti mendefinisikan manusia lainnya adalah iblis, sebuah nasehat yang seolah menyadarkan kita tentang kekurangan adalah indikator kesempurnaan hakikat kemanusiaan.

Arman mengibaratkan, bahwa “Hanya buah yang manis sering menjadi target lemparan pemakan mangga yang tak punya mangga dan jolok, dan ketika buah itu terjatuh yang melempar akan memungut dan memakannya. Saya kira filosofi itu yang tepat buat NH-Aziz. NH Azis dilempari black campaign, secara tidak langsung mereka mengakui bahwa NH-Aziz memang manis dan diminati oleh warga Sulsel pada umumnya termasuk yang melempar,” terang Arman yang juga berprofesi konsultan hukum ini.

“Di Sulawesi Selatan sedikit hari lagi kita miliki pemimpin yang Nasionalis dan Relegius. Perpaduan pemimpin ini sangat menguntungkan, buat perkembangan Sulawesi Selatan ke depan. Insya Allah, kesabaran akan semua hinaan itu akan berakhir dengan sebuah kemenangan yang indah. Mari bersatu menepis hoax dan bersatu membangun kampung kita, bukankah itu lebih baik dibanding menampilkan kualitas diri berdendang ria dengan cerita buruk,” tutup Arman. (Arman)

Advertisement

About The Author

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Leave a reply