Select Page

Advertisement

Asratillah Jelaskan Dampak Mahar Politik dan Money Politic Apabila Terjadi

Asratillah Jelaskan Dampak Mahar Politik dan Money Politic Apabila Terjadi

Makassar, Inspirasisulawesi.com- Dalam Kajian Mahar politik dan Money Politik VS Kebijakan Publik di perbincangkan melakllui Dialog Publik, Para Tokoh Politik dan akademisi bersatu melawan dan bersuara lantang untuk sebuah tatanan Demokrasi yang bersih dan sehat.

Seperti kali ini Forum Kajian Politik Sulsel membuka sebuah Dialog Publik dengan mengangkat tema “Mahar Politik dan Politik Uang VS Kebijakan Publik” bertempat di warkop Dottoro, jalan Boulevard, (05/11/2018).

A. Razak Wawo mengatakan bahwa mahar politik dan money politic itu sangat berbahaya, oleh karena itulah KPU mengeluarkan aturan dan UU melarang terjadinya money politik. Serta diberikan sanksi buat Calon Legislatif.

Dan dalam paparan Arqam Azikin katakan bahwa Money Politic akan merusak generasi baru kita dan sistem sebaiknya dikembalikan ke pemilihan melalui Wakil Rakyat saja, Apabila dutahun-tahun mendatang mahar politik dan Money Politik semakin menjadi-jadi, Tegas Arqam.

Muhammad Asratillah Calon Legislatif dari Partai perindo Dapil 6, meliputi Maros, Pangkep Barru Pare-pare, dalam kajian ini, mengungkapkan Indonesia ada pada Fase Demokrasi bebas, Secara prosudal kita sudah tercapai namun pada tahun 2009-2014, kita masih berada pada Tantangan, bahwa kita masih ada pada mahar politik dan politik uang yang bukan lagi rahasia umum, Ucapnya.

Persaingan yang ketat dari para caleg, sehingga sebagian dan bahkan kebanyakan akan memainkan peran politik uang (money politic) agar bisa memenangkan kontestasinya dalam merebut kursi di legislatif.

Lanjut dijelaskan oleh Muhammad Asratillah bahwa mahar politik dan money politik bisa berdampak pada kebijakan publik, dan ketika para calon tersebut berada pada kursi DPRD maka akan mengabaikan hal hal yang bersifat kepentingan publik.

“Kita akan lihat ketika mereka terikat pada kebijakan partai, maka pada saat mengambil kebijakan justru mengabaikan kepentingan publik”, Tutur Asratillah.

Lebih jauh dikatakan bahwa Mahar politik ini muncul dikarenakan tidak balance antara pusat dan anggota dewan dari partai yang berada di daerah tertentu, dan kebijakan diambil langsung oleh pimpinan partai.

23 desember sampai 03 april masa kampanye yang cukup panjang dan bisa menghasilkan plus minusnya peluang dengan kandidat dan calon pemilih.

Kaderisasi Partai harus optimal, komitmen bersama, sebagai ajang kampanye, serta mengajarkan pendidikan dan menanamkan pesan politik kepada masyarakat luas.

Proses komunikasi politik kita tak mampu Menjawab, dan Untuk mendapatkan politik yang sempurna sangatlah tidak mungkin, ini dikarenakan adanya kekuasaan, dan tentunya kebijakan berada pada pucuk pimpinan partai.

Saya berharap adanya Input politik yang dilakukan oleh partai politik, serta adanya regulasi detail kepada kader politik, Saya sepakat demokrasi kita bebas dan langsung dan partisipasi politik kita ditengah-tengah masyarakat yang menjadi soal tentunya. (Yudha)

Advertisement

About The Author

Redaksi

Inspirasi Sulawesi. Memberikan informasi yang berimbang kepada publik

Leave a reply